FROM ZERO TO HERO

23 06 2010

Kalimat yang menjadi judul dalam tulisan ini sepertinya tepat ditujukan pada seorang Pemuda yang bernama Sopyan. Ya, Sopyan, begitulah nama panggilan beliau. Beliau memiliki sebuah usaha pencucian motor atau biasa dikenal dengan sebutan door smer, yang terletak di wilayah Dipati Ukur, wilayah kampus Universitas Padjajaran, Bandung.

Usaha ini mulai dirintis beliau bersama seorang temannya sejak tahun 2004. Dengan hanya bermodal sekitar 5 Juta Rupiah pada saat itu, untuk membeli sebuah peralatan pencucian sepeda motor dan peralatan lainnya, tiap bulannya Kang Sophian, demikian penulis memanggilnya, mampu membawa pulang uang sebagai hasil usahanya bersih sebesar 6 juta hingga 9 juta rupiah. Angka tersebut sepertinya lebih dari cukup bagi seorang bapak dengan memiliki seorang anak yang masih kecil dan seorang isteri.

Usaha tersebut sebenenarnya bukan usaha pertama yang Ia lakukan. Karena sebelum usaha door smer ini dia buat, Ia sebelumnya memiliki sebuah usaha perbaikan handphone. Oleh karena itulah tempat usahanya sekarang masih menggunakan nama tempat usahanya dahulu, yaitu hape sekken. Apabila orang awam melihat papan reklame yang terdapat di depan usahanya sekarang, tentunya bingung sebab nama tempat usahanya tersebut tidak mencerminkan jenis usaha yang terdapat didalamnya.
Saat ini kang Sophian telah mempekerjakan sebanyak 6 orang pekerja, yang masing-masing pekerjanya bukanlah warga asli Bandung, melainkan warga yang berasal dari Luar Kota Bandung. Berkat usaha dari kang Sophian tersebut, ke 6 pekerjanya tersebut tidak perlu membayar tempat untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Sebab ke 6 pekerja tersebut memanfaatkan tempat usahanya dimalam hari sebagai tempat penginapan yang nyaman untuk dihuni.

Kang Sopyan memberikan upah kepada ke-6 pekerjanya tersebut dengan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil yang Ia pergunakan yaitu sistem 30 : 70. Maksudnya adalah 30 persen dari hasil pencucian motor untuk pekerja, dan 70 persen untuk pemilik usaha. Pembagian keuntungan tersebut menurut penulis dirasa cukup adil. Sebab keuntungan 70 persen yang didapat, dipergunakan untuk membayar biaya operasional tiap bulannya, yaitu untuk membayar listrik, air, telepon, sewa tempat dll. Selain itu, apabila pekerjanya sakit, Kang Sopyanlah yang membayarkan seluruh biaya pengobatan yang dihabiskan.

Untuk menutup biaya operasional dan guna mendapatkan keuntungan untuk di bawa pulang, Kang Sopyan mempergunakan lahan usaha yang terdapat didepan tempat usahanya tersebut, untuk di sewakan bagi penjual nasi goreng dimalam harinya. Tiap tahunnya Kang Sopyan memperoleh 8 juta rupiah dari hasil sewa tempat bagi penjual nasi goreng tersebut. Selain itu, ditempat usahanya tersebut, Kang Sopyan juga menjual aneka minuman dingin yang ia tujukan bagi konsumen yang lagi menunggu sepeda motornya dicuci.

Pada saat ini, apabila memiliki cukup modal, Kang Sopyan menginginkan mengembangkan usahanya dengan membuka lahan baru dengan dikombinasikan dengan menjual tidak lagi dengan aneka minuman, namun juga dikombinasikan dengan aneka makanan. Tentunya tidak sedikit dana yang dibutuhkan guna membentuk usaha baru tersebut. Butuh beberapa waktu lagi untuk mewujudkan ide tersebut, atau bahkan beliau mengharapkan bantuan dari Pemerintah atau pihak swasta dalam hal pendanaan.

Kang Sopyan memiliki mimpi, untuk merekrut anak-anak jalanan guna bekerja ditempatnya. Tentunya suatu ide mulia untuk membantu orang-orang yang kurang mampu atau bagi orang-orang untuk bekerja. Tidak lagi berada dijalanan untuk menjadi preman jalanan atau bahkan hanya menjadi seorang pengemis. Sebab sungguh sayang waktu yang dimiliki hanya untuk meminta-minta.

Demikianlah sedikit cerita yang dapat saya ceritakan mengenai seorang sosok pengusaha muda bernama Kang Sopyan. Ada hal positif yang dapat di ambil sebagai pembelajaran bagi kita dari kisah hidupnya. Yaitu Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan Bantu pemerintah untuk mengatasi pengangguran dengan menjadi seorang pengusaha-pengusaha baru. Sebab Pengusaha itu ibarat seekor kupu-kupu, yang mengalami proses metamorfosis dari seeokr ulat kecil hingga menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Semoga Tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua guna menghasilkan entrepreneur- entrepreneur muda yang membawa perubahan ekonomi yang lebih baik di Negara kita, Indonesia.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: