Mulutmu adalah Harimaumu

21 06 2010

Tentunya hampir semua orang mengerti akan makna dari pepatah yang menjadi judul dalam tulisan. Tulisan ini kiranya dapat menjadi bahan renungan sekaligus pembelajaran bagi kita. Tulisan ini dibuat bukan untuk menciderai perasaan siapapun itu, namun hanya untuk menjadi pembelajaran bagi kita generasi bangsa Indonesia, agar dapat berpikir dahulu secara matang sebelum mengambil tindakan.

Mulutmu adalah Harimaumu mungkin adalah pepatah yang cocok buat seorang Tifatul Sembiring. Mungkin banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa Pada tanggal 17 Juni 2010,mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, yang kini menjabat sebagai menteri Komunikasi dan Informatika, saat pertemuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Polri, mengeluarkan pernyataan yang bodoh.
Tifatul mengungkapkan keseriusan untuk menuntaskan kasus perederan video syur yang mirip dengan artis Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Memang tidak ada hal yang salah untuk itu.
Namun sayangnya, niat baik tersebut, tidak diungkapkan secara baik oleh beliau, bahkan menciderai perasaan umat kristiani dan kemungkinan dapat menjadi pemecah konflik umat beragama. Saat itu membuka pidato dengan analogi Nabi Isa dan Yesus. (detik.com Jumat, 18/06/2010 13:32 WIB).
http://www.detiknews.com/read/2010/06/18/133201/1381240/10/bikin-perumpaan-video-porno-tifatul-tuai-kritik

Tifatul mengatakan, Kalau yang mirip ini tidak dituntaskan, akan panjang implikasinya , sama halnya seperti bagi umat Islam, orang yang mirip Nabi Isa itu yang disalib di bukit Kalvari atau Golgota. Sementara umat Nasrani menganggap, Yesus Kristus itu sendiri yang disalib. Lalu apa layak seorang negarawan seperti beliau memperbandingkan kasus video porno dengan Yesus Kristus. Dimana letak hubungannya?
Walaupun Tifatul menegaskan, itu hanya menganalogikan soal ‘mirip’. “Tak ada penilaian tentang pandangan teologi masing-masing agama. Tak ada menghina, tentunya itu tidak menuntaskan masalah. Alangkah lebih baik Bapak SBY, selaku Presiden memberikan teguran yang keras kepada beliau ataupun menindak secara tegas terhadap beliau. Tifatul harus secara gentle, meminta pada rakyat Indonesia yang beragama Nasrani terhadap kekhilafan yang ia lakukan.,

SBY yang mempercayai Jabatan sebagai menteri Komunikasi dan Informatika, tentunya karena kapabilitas beliau memang memliki kemampuan komunikasi yang baik. Namun melihat tindakan beliau tersebut, tentunya menjadi pertanyaan yang besar bagi saya pribadi, apakah Jabatan yang dia miliki memang dikarenakan kapabilitas dia atau karena politik hutang budi dari SBY karena PKS menjadi partai pemenangan PILPRES SBY-Boediono dalam Pilpres kemarin? Biarlah masing-masing dari kita dapat memberikan penilaian terhadap itu.
Namun, atas dasar alasan apakah itu, saya pribadi menolak dengan tegas pernyataan beliau dalam pidato pembuka tersebut. Tidak layak seorang negarawan berperilaku demikian. Negarawan adalah public figur tentunya haruslah menjadi contoh yang baik. Hal ini semoga menjadi bahan pembelajaran bagikita dikemudian hari. Mau jabatan apakah yang kita sedang pegang, biarlah jabatan itu kita peroleh bukan karena politik hutang budi, namun oleh karena kita memang memiliki kapasitas untuk itu. Dan 1 lagi,

JANGAN PERNAH MEMPERBANDINGKAN ATAU MEMPERDEBATKAN AGAMA, sebab itu adalah hal yang sangat sensitive yang dapat menimbulkan konflik.

Salam Damai buat kita semua.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: