YURISPRUDENSI

4 05 2010

Bagi teman-teman, mungkin kasus terdakwa Vincentius Amin Sutanto tidak sepopuler kasus anggodo, anggoro, atau bahkan kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Tetapi dalam hal ini saya mengkritisi sedikit mengenai kasus terdakwa Vincentius Amin Sutanto. Bagi teman-teman yang belum mengetahui bagamina kasus posisinya, dapat mencari dan membaca terlebih dahulu dengan menggunakan layanan Google.

YURISPRUDENSI:
Tentunya yurisprudensi bukunlah sebuah kata yang asing bagi mahasiswa hukum. Yurisprudensi merupakan Kaidah hukum baru yang diciptakan oleh para hakim, bersifat kasuistik, dan menjadi salah satu sumber hukum Indonesia.

SYARAT YURISPRUDENSI:
a) Putusan atas peristiwa hukum yang belum jelas peraturannya
b) Putusan telah berkekuatan hukum tetap
c) Putusan berulang kali dijadikan dasar hukum untuk memutus perkara sama
d) Putusan telah memenuhi rasa keadilan masyarakat
e) Putusan telah dibenarkan oleh MA-RI

Memperhatikan syarat yang harus ada apabila suatu putusan dapat dikatakan sebagai salah satu yurisprudensi, maka sesungguhnya PUTUSAN NOMOR: 1145/Pid.B/2007/PN.JKT.BAR atas nama terdakwa Vincentius Amin Sutanto belum dapat dikatakan sebagai Yurisprudensi sebab belum memenuhi point yang terdapat pada syarat yurisprudensi.

Tetapi hal yang perlu diperhatikan dalam kasus ini menurut Prof. Andi Hamzah Pencucian uang merupakan delik dengan double jeopardize. Artinya, seseorang baru bisa dijerat money laundering jika terbukti melakukan dua delik kejahatan, yaitu delik pokok (predicate crime) dan delik kedua berupa kejahatan lanjutan pencucian uangnya. Karena itu, “Dalam dakwaan harus secara tegas disebutkan delik pokoknya apa.

Baik berita acara pemeriksaan polisi, dakwaan Jaksa, maupun putusan hakim tidak menyebutkan delik pokoknya apa dan tidak bisa membuktikan bahwa dana US$ 3,1 juta, yang ditransfer Vincent dari perusahaan itu, merupakan uang haram.

JPU dalam dakwaannya mendakwa dengan dakwaan alternatif kumulatif. Dakwaan Kesatu Pasal 3 ayat (1) huruf a UU TPPU atau Dakwaan Kedua pasal 6 ayat (1) huruf c UU TPPU dan Dakwaan Ketiga Pasal 263 KUHP.
Dalam Dakwaan kesatu tidak dicantumkan unsur penting TPPU yaitu ”dengan maksud menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan,” hal ini menjadi tidak sinkron dengan aturan dan ancaman pidana dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a UU TPPU.

Selain itu, Unsur Pasal 3 UU TPPU “dengan sengaja” tidak dimasukkan di dalam uraian dakwaan, dengan demikian dakwaan ini sebenarnya tidak cermat, jelas dan lengkap sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP. Konsekuensinya dakwaan ini dapat dianggap kabur (obscur libel) dan menurut Pasal 143 ayat (3) KUHAP surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf b batal demi hukum.

Sehingga dengan melihat hal ini, tentunya para hakim bila dalam persidangan dengan kasus seperti ini dapat menjadikan Kasus Vincentius Amin Sutanto menjadi bahan pertimbangan dalam putusannya, sehingga tidak terjadi seorang terdakwa tersebut diputus bebas hanya oleh karena tidak memasukan unsur delik yang penting yaitu dengan sengaja dan unsur pokok terlebih dahulu.

-tem


Aksi

Information

2 responses

10 06 2010
athiramusa

hpdy bgt ini chand..
inti yurisprudensi ini kaidahnya apa chand?sekedar surat dakwaan harus jelas,cermat, dan lengkap gtu?

14 06 2010
chandrasilaen

Ya ira, ni HPDY. Tulisan ini aku buat dalam blog, agar dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kita yang ingin menimba ilmu di bidang hukum. Karena dalam kasus ini, ada kesalahan ataupun kejanggalan. contohnya dalam dakwaan Jaksa, maupun putusan hakim tidak menyebutkan delik pokoknya. Padahal hal ini paling substansial yang harus dibuktikan dalam pengadilan. ingatkan, dalam KUHAP dikatakan bahwa surat dakwaan harus dibuat secara jelas, cermat, dan lengkap. makanya dakwaan itu harus memenuhi syarat formil ataupun materil. Konsekuensi apabila dakwaan tidak memenuhi syarat materil, maka seseorang itu haruslah dibebaskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: