Kisah seorang Lanjar

17 02 2010

Teman-teman ada yang tahu tentang kasus lanjar ga? saya tertarik dengan kasus ini ketika melakukan diskusi bersama beberapa orang. bagi teman-teman yang belum tau, saya akan menjabarkan kronologinya yang saya ambil dari media massa.

Saat itu, lelaki yang bekerja sebagai buruh bangunan tersebut bersama motor tuanya memboncengkan istri dan sang anak menuju Solo, dari arah barat. Lanjar berkeinginan menyalip sebuah mobil yang sedang melaju di depannya. Namun naas bagi Lanjar, pada saat itu juga mobil yang hendak disalip direm mendadak oleh pengemudinya, hingga menyebabkan motor menubruk mobil. Kendaraan Suzuki Carry di depannya mengurangi kecepatan secara mendadak. Jarak yang teralu dekat membuat dirinya tidak mampu menguasai sepeda motor dan mencegah terjadinya tabrakan.

Lanjar mengatakan awalnya jarak dengan mobil di depan sekitar empat meter. Tetapi kemudian di lokasi kejadian pengemudi mengurangi kecepatan secara tiba-tiba, sedangkan lampu rem sama sekali tidak menyala. Itu sebabnya saya baru tahu setelah jaraknya tinggal tiga meter-an. Setelah itu, meski sudah direm untuk mencegah kecelakaan, sepeda motor yang kami tumpangi tetap menabrak

Nasib sial belum terhenti saat itu. Oleh karena saat menabrak mobil, istri Lanjar, Saptaningsih, terpental di tengah jalan, dan langsung ditabrak sebuah mobil Isuzu Panther dari arah berlawanan, yang belakangan diduga dimiliki seorang oknum polisi asal Ngawi. Saptaningsih tewas.
Lanjar dan anaknya, Warih Waluyo, 10, selamat, walau menerima tujuh jahitan pada lukanya. Tujuh hari berselang setelah pemakaman Saptaningsih, Lanjar berniat mengurus sepeda motor di kepolisian. Namun, bukannya sepeda motor yang didapat, justru Lanjar disodori berita acara pemeriksaan (BAP) terkait statusnya sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia.

Tepatnya 9 Desember 2009, BAP yang sudah ditandatangani dan dikirim ke Kejaksaan dinyatakan lengkap (P-21). Pada akhirnya, kasus Lanjar bergulir ke meja hijau. Saat sidang I dan II, Lanjar tidak mendapatkan pendampingan dari seorang penasihat hukum. Baru pada sidang-sidang selanjutnya, Lanjar didampingi penasihat hukum, yaitu M Taufiq SH yang bersimpati terhadapnya

Menjadi suatu perdebatan bagi banyak pihak, apakah Lanjar merupakan seseorang yang dapat diminta pertanggungjawaban atas kematian dari isterinya tersebut atau apakah ia sebagai korban?
Jaksa mendakwa Lanjar dengan pasal 359 tentang kelalaian yang menyebabkan kematian. Definisi Kelalaian itu sendiri merupakan suatu pengertian normative. (Culpa is wel een normatief begrip. Het is echter kleurloos voor wat betreft de wederrenchtelijkheid).

Definisi kelalaian menurut Arrest Hoge Raad merumuskan kelalaian sebagai suatu sifat yang kurang hati-hati, kurang waspada atau kelalaian tingkat kasar Een min of meer grove aanmerkelijke onvoorzichtigheid of nalatigheid).
Jonkers : menyebutkan ada 4 (empat) unsure kesalahan (kelalaian) sebagai tolok ukur di dalam hukum pidana :
– Bertentangan dengan hukum ( wederrechtelijkheid),
– Akibatnya dapat dibayangkan (voorzienbaarheid),
– Akibatnya dapat dihindarkan (vermijdbaarheid),
– Sehingga peru

Black’s Law Dictionary, 5th ed, 1979 : Kelalaian adalah sesuatu yang seorang yang wajar yang berdasarkan pertimbangan biasa yang umumnya mengatur peristiwa manusia, akan melakukan, atau telah melakukan sesuatu yang seorang wajar dan hati-hati justru tidak akan melakukan.

Melihat dari kasus yang ada, Polisi tentunya memiliki pertimbangan sendiri mengapa Lanjar dijadikan sebagai tersangka didalam kasus ini. Lanjar ketika mengendarai sepeda motornya membawa serta anak beserta isterinya. Tentunya beban sepeda motor tersebut semakin berat oleh karena mengendarai motor 3 orang yang tentunya dilarang, dan belum lagi kecepatan yang dipacu oleh Lanjar selaku pengemudi. Tentunya ketika mengemudi, Lanjar harus memikirkan jarak iring kendaraan yang di depannya dan tidak mengemudi dengan kecepatan yang tinggi. Sehingga ketika Mobil Carry di depan yang melakukan pengereman mendadak, Lanjar dapat mengantisipasinya. Akibat dari kelalaiannya itulah menurut pendapat saya, Polisi menetapkan Lanjar sebagai tersangka, walaupun ia harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang ia sendiri tidak kehendaki, seperti halnya pengenrtian kelalaian menurut Black law dictionary. Bagaimana tidak, isteri yang telah puluhan tahun hidup bersamanya harus pergi selamanya dan ia harus mempertanggungjawabkannya.
Tetapi, menjadi pertanyaan, apakah akibat dari kelalaiannya tersebut ia harus mendekam dalam haotel prodeo? lalu bagaimana dengan nasib anak yang ia tinggalkan? setelah kehilangan ibu, apakah anak tersebut harus juga kehilangan ayah? lalu siapa yang harus mengurus anak tersebut dan membesarkannya? apakah ia harus terlantar?

Hal ini lah yang menyebabkan banyak orang menaruh simpati dan dukungan terhadapnya, dan meminta agar ia dapat dibebaskan. Menurut pendapat saya menjadikan Lanjar sebagai tersangaka telah tepat, sehingga menjadi bahan pembelajaran bagi pengemudi lain agar mengemudi dengan hati-hati. namun, akibat yang ditimbulkan apabila ia di hukum tentunya harus di pertimbangkan hakim dalam penjatuhan hukuman. semoga hakim dapat memberikan putusan seadil-adilnya dengan melihat berbagai aspek di dalam hal penjatuhan hukuman.


Aksi

Information

One response

18 02 2010
julius

Penerapan Lanjar sebagi tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas tersebut sudah benar, karena telah memenuhi unsur dalam pasal 359 KHUPidana. Namun perkara ini sudah menjadi tanggung jawab hakim untuk memberikan hukuman yang seadil-adilnya dengan mengingat dan menimbang bahwa Lanjar adalah sosok seorang ayah yang mempunyai anak yang sudah kehilangan sosok ibu. Sistem hukum Indonesia merupakan percampuran dari statute law dan common law. Artinya hakim berwenang untuk memutuskan perkara dengan mengabaikan undang-undang tertulis yang berlaku karena hakim bukan pula berperan hanya sebagai corong undang-undang. seperti yang berlaku pada negara yang menganut sistem hukum statute law . Mudah-mudahan hakim dapat memberikan putusan dengan memperhatikan dua hal tersebut diatas, guna mendapatkan tujuan hukum yang sesuai dengan azas keadilan dan kemanfaatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: