Waspada Terhadap Kejahatan Baru di dunia Perbankan!

21 01 2010

Halo teman-teman. Tekhnologi dan Informatika memang bukan merupakan keahlian Penulis. Tetapi Penulis tertarik menulis salah satu bentuk kejahatan dibidang siber berdasarkan pengalaman yang didapat Penulis ketika menjadi anggota tim Penyidik pada MCC (Mood Court Competion) pada tgl 11-13 Februari 2010 pada acara perayaan 50 tahun Universitas Atma Jaya, Jakarta.

Adapun modus operandi menurut pengembangan kasus posisi kejahatan ini berawal dari seorang mahasiswa bernama Dwi Santoso yang mengirimkan email kepada beberapa nasabah salah satu Bank Swasta. Pelaku mengirimkan email tersebut bermula ketika mendapatkan alamat email dari kaskus. Kemudian Pelaku membuat situs palsu yang menyerupai situs asli milik Bank dan mengirimkannya kepada beberapa korban. Email tersebut berisi himbauan agar para nasabah melakukan validasi data agar dapat menggunakan layanan e-banking. Namun, setelah korban membuka email dan melakukan himbauan tersebut, pesan eror yang tampil di layar monitor. Padahal ketika Korban melakukan validasi data serta mengklik Conect,data tersebut secara otomatis terkirim ke email pelaku yang mengirimkan email tersebut. Korban umumnya tidak menaruh rasa curiga mengenai hal tersebut. Karena hal itu bisa saja terjadi oleh karena layanan internet maupun situs milik Bank yang kemungkinan sedang bermasalah.

Pelaku yang telah mendapatkan data para nasabah, melakukan aksinya dengan melakukan transaksi seolah-olah pelaku merupakan pemilik sah dari no rekening tersebut. Pelaku dapat melakukan pentransferan atau melakukan penarikan tunai di ATM.
Kejahatan itu dapat dikategorikan sebagai kejahatn phising, yaitu dimana pelaku memancing korban untuk melakukan validasi data serta mencuri data dari para nasabah serta menyalahgunakan data tersebut guna melakukan transaksi illegal yang tentunya sangan merugikan nasabah.
Kejahatan dengan modus operandi ini sangat menyulitkan bagi karyawan IT Bank untuk mengetahuinya. Sebab system keamanan Bank dengan modus seperti ini tidak merusak system keamanan dari Bank. Olehkarena kelalaian dari para nasabahlah yang merupakan factor penting, agar kejahatan seperti ini tidak terjadi.

Pada tanggal 20 Januari lalu, di Bali beberapa nasabah dari Bank BCA melaporkan pada pihak Polda Bali, karena secara tiba-tiba saldo yang terdapat pada rekening mereka berkurang hingga ratusan juta rupiah. memang kasus ini tentunya menjadi suatu pekerjaan rumah yang sulit bagi tim penyidik untuk dapat mengungkap kasus ini. Penulis tidak mengetahui dengan pasti apakah modus operandi dari kasus tersebut sama dengan apa yang terdapat pada kasus posisi MCC Cyber Crime. Tetapi penulis berharap pihak Kepolisan khususnya divisi Cyber Crime dapat dengan cepat mengungkap dan mendapatkan pelaku agar nasabah lain tidak merasa resah dan takut menjadi korban dari kejahatan ini.

Lalu hal apa sajakah yang dapat dilakukan oleh para nasabah agar terhindar menjadi korban kejahatan ini?
• Jangan memberitahukan PIN ATM anda pada siapapun juga baik itu pada karyawan Bank sekalipun.
• Ketika melakukan penarikan tunai, usahakan agar anda menutupi jari anda ketika menekan PIN ATM, oleh karena ada modus dengan menyisipkan kamera pada ATM tersebut.
• Ketika selesai melakukan penarikan tunai, masukkan kembali ATM anda dengan memasukkan PIN yang ngasal agar mengecoh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
• Jangan tertarik untuk menerima bantuan pada orang yang tidak andakenal, ketika anda sedang berada di dalam ATM, tetapi hubungi call centre dimana anda menjadi nasabah.
• Perhatikan no yang menjadi call centre, karena bisa saja no yang tertera pada mesin ATM telah dig anti pelaku.
• Bersikap waspada ketika anda menerima email dari Bank yang memerintahkan agar anda melakukan validasi data. ada baiknya anda menghubungi pihak Bank dan menanyakan secara langsung perihal email tersebut.
• Ada baiknya agar anda melakukan penggantian no PIN ATM secara periodik dan tentunya mengingat no PIN baru anda tersebut.

Semoga tulisan dalam blog saya kali ini dapat membantu para nasabah Bank, agar terhindar menjadi korban kejahatan ini. Terima kasih.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: